< img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=485664114973494&ev=PageView&noscript=1" />
Waspada penipuan, hati-hati dengan website/pihak lain yang mengatasnamakan PT. Victory International Futures
Market Review

NEWS & ANALYSIS / Market Review

Pound sterling merosot tajam pada perdagangan Kamis (4/8) sebagai dampak dari keputusan Bank Sentral Inggris (BOE).

Untuk kali pertama dalam tujuh tahun terakhir, BOE memangkas suku bunga acuannya dari 0,5 persen menjadi 0,25 persen, terendah dalam sejarah 322 tahun berdirinya BOE. Di samping itu, BOE juga meluncurkan kembali program pembelian obligasi pemerintah, mulai bulan September mendatang.

Meski sudah mengantisipasi kemungkinan pemangkasan suku bunga, para pelaku pasar tak urung dikejutkan dengan pernyataan-pernyataan sangat dovish dari BOE. Guna menekan dampak negatif Brexit, BOE mengindikasikan siap memangkas suku bunga lebih lanjut mendekati nol di tahun ini.

Read more...

Dollar berlanjut melemah pada perdagangan Selasa (2/8), seiring menurunnya optimisme seputar kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Sejumlah data penting ekonomi AS yang dirilis belakangan ini terbilang mengecewakan.

Setelah lesunya angka pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II yang dirilis Jumat lalu, data AS minggu ini pun menunjukkan performa yang minor.

Pada hari Senin, indeks aktivitas manufaktur ISM dilaporkan melambat dari 53,2 menjadi 52,6 dibulan Juli. Demikian pula angka data inflasi dan belanja konsumen AS yang dirilis semalam, gagal mendongkrak optimisme.

Read more...

Dollar beringsut menguat pada perdagangan Senin (1/8), rebound setelah sempat tertekan oleh lemahnya data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, dollar sebelumnya sempat melemah tajam menyusul laporan pertumbuhan ekonomi AS yang hanya mencatatkan angka 1,2 persen di kuartal II. Angka aktual tersebut jauh lebih rendah dari kisaran 2,5 persen yang diprediksikan para analis dan ekonom.

Rendahnya angka pertumbuhan ekonomi AS dikhawatirkan akan memaksa The Fed menunda rencana kenaikan suku bunganya.

Read more...

Dollar merebut kembali sebagian besar kerugiannya terhadap yen pada perdagangan Kamis (28/7) seiring kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah Jepang menekan BOJ untuk menambah stimulusnya.

Sempat anjlok hingga terendah 104.46, dollar berbalik arah dan menyentuh tertinggi 105.49.

BOJ sendiri sejatinya sudah mengindikasikan akan menambah stimulus moneternya. Beberapa opsi yang dipertimbangkan di antaranya adalah suku bunga negatif atau menambah skala dan cakupan program pembelian asetnya.

Read more...

Dollar ditutup melemah pada perdagangan Rabu (27/7) setelah rapat kebijakan Federal Reserve. Sempat sesaat menguat setelah pengumuman hasil rapat, dollar berbalik melemah kemudian.

Sejalan dengan ekspektasi pasar, The Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level 0,25-0,50 persen. Keputusan tersebut diambil dengan perbandingan suara 9:1, Presiden Kansas City Fed Esther George menjadi satu-satunya anggota yang berbeda pendapat.

Dalam pernyataannya, The Fed mengindikasikan suku bunga masih mungkin akan dinaikkan pada agenda rapat bulan September. Namun, indikasi tersebut tidak sekuat yang diharapkan para pelaku pasar, karena masih harus menunggu perkembangan performa data ekonomi.

Read more...

VIF Events and Promo

VIF Peringati 72 Tahun Kemerdekaan RI

Memperingati 72 tahun Kemerdekaan RI, PT. Victory International Futures menyelenggarakan Turnamen Fu...

Bappebti Adakan Pelatihan Teknis Penyediaan dan Pe…

Kamis, 20 April 2017 lalu, Bappebti menyelenggarakan Pelatihan Teknis Penyediaan dan Pengembangan In...

PalComTech JobFair 2017

PT. VIF Cabang Palembang akan berpartisipasi dalam even Seminar Karir dan Bursa Kerja PalComTech 201...

Gathering Nasabah VIF cabang Mataram

PT. Victory International Futures cabang Mataram pada tanggal 17 Februari 2017 mengadakan Gathering ...

Kompetisi Demo Trading Multilateral ICDX

Pada tanggal 23–24 November 2016 yang lalu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI)...