< img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=485664114973494&ev=PageView&noscript=1" />
Waspada penipuan, hati-hati dengan website/pihak lain yang mengatasnamakan PT. Victory International Futures
In-Brief Literatures

TRADING EDUCATION / In Brief Literatures

Itulah pertanyaan anggota Senat Amerika dari partai Republik Ron Paul kepada Ketua Fed Ben Bernanke dalam dengar pendapat Kongres pada musim panas 2011. Bernanke menjawab, "tidak" dan melanjutkan dengan mengatakan alasan bank sentral memegang emas hanyalah karena "tradisi".

Tanpa diragukan lagi, emas memegang peranan penting dalam perekonomian dunia selama ini. Tapi saat ini dapatkah emas dianggap uang?

Pertama, mari kita memiliki definisi uang, uang telah menjadi subjek yang menarik bagi semua orang di planet ini. Seperti yang dikatakan Voltaire: "Ketika mendengar kata "uang" maka setiap orang didunia ini memiliki pemahaman yang sama."

Read more...

Pada kesempatan sebelumnya telah dibahas mengenai sistem perekonomian dunia melalui perjanjian Bretton Woods telah mengorbitkan Amerika Serikat ke level hirarki tertinggi (baca: Bretton Woods: Sebuah Sistim Perekonomian Dunia). Melalui sistem tersebut Amerika mereferensikan mata uangnya terhadap komoditas emas dengan nilai tukar ketika masa tersebut di sekitar $35 per ouncenya. Dengan demikian dapat diartikan pada saat itu dari setiap $1 yang dicetak dapat digantikan dengan kira-kira 1 Gr emas. Sesuai perkembangan masa hingga saat ini $1 tidaklah sama equivalen lagi dengan 1 Gr emas. Harga tertinggi yang pernah dicapai emas berada dikisaran $1921 per ouncenya. Melalui artikel yang singkat ini, penulis mencoba untuk memberikan sedikit gambaran mengapa hal tersebut dapat terjadi.

 

Runtuhnya Sistem Bretton Woods

Hingga tahun 1971 rata-rata perekonomian dunia masih mempertahankan sistem Bretton Woods. Pada perjanjian tersebut Amerika mereferensikan mata uang dollarnya terhadap emas. Kegiatan mereferensikan mata uang negara terhadap emas ini seharusnya menjadi dasar yang sangat baik bagi perekonomian dunia dimana setiap negara yang akan mencetak uang haruslah menghitung berapa cadangan emas yang ada sehingga uang yang dicetak nantinya tidak kehilangan nilai. Tetapi bagi Amerika Serikat janji itu adalah janji sehingga pada saat itu pihak Amerika berpendapat bahwa tidaklah mungkin institusi maupun individu yang memegang dollarnya akan menggantikannya dengan emas dalam waktu singkat, ditambah lagi dengan pertumbuhan ekonomi Amerika yang pesat pasca perang dunia II makin memantapkan niat Amerika untuk mencetak lebih banyak uang lagi dalam hal mendukung pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pencetakan uang besar-besaran tersebut telah mengakibatkan mata uang yang tercetak telah jauh melampaui cadangan emas yang dimiliki Amerika yang dapat dijadikan jaminan bagi mata uang mereka.

Ketika Sistem Bretton Woods ini diperkenalkan, perbandingan hutang Amerika Serikat terhadap cadangan emas yang dimilikinya adalah di sekitar $319.90 per ouncenya. Kondisi seperti ini dapat diartikan bahwa dari setiap ounce emas yang dimiliki Amerika terkandung hutang sebesar $319.90. Dengan harga emas ketika jaman tersebut berada di $35 maka dengan kalkulasi yang simpel dapat ditarik kesimpulan bahwa Amerika sebenarnya hanya mampu melunasi 10.9% dari total hutangnya.

Pada tahun 1970, perekonomian Amerika masuk kedalam defisit dikarenakan perang Vietnam yang dimulainya pada tahun 1960an. Pemerintah Amerika dalam hal membayar hutang-hutangnya makin giat mencetak uang dan mengakibatkan rasio hutang dan cadangan emas yang dimilikinya meroket menjadi $1,172.56 (dari setiap ounce emas yang dimiliki Amerika terkandung hutang sebesar $1,172.56). Kemampuan pelunasan hutang Amerika ketika itu mengalami penurunan hingga level 3.1% saja. Kemampuan Amerika menepati janjinya untuk menukarkan setiap Dollar yang dicetak dengan equivalent 1 Gr emas mulai dipertanyakan kala itu. Presiden Richard Nixon yang berkuasa kala itu menyadari kekeliruan tersebut dan secara sepihak mendeklarasikan bahwa Dollar Amerika tidaklah direferensikan dengan emas. Seketika langkah tersebut juga diikuti oleh negara-negara lainnya sehingga berakhirlah masa sistem Bretton Woods tersebut.

Sejak saat itu Dollar Amerika telah menjadi mata uang yang berdiri sendiri, tidak dikaitkan dengan emas maupun komoditas lainnya. Melalui sistem penarikan pajak, Amerika menjamin kepada debiturnya akan mampu melunasi hutang-hutangnya. Lagi dan lagi, janji tinggallah janji tetapi kondisi real Amerika dan kemampuan melunasi hutangnya di kemudian hari pantas dipertanyakan. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan pada grafik di bawah ini :

 

Terlihat jelas pada grafik diatas bahwa hutang Amerika sejak tahun 1970 telah melonjak 41 kali lipat dari $370.9 Billion menjadi $16,159.5 Billion. Sejak tahun 2000 harga emas telah terapresiasi tajam seiring membengkaknya hutang Amerika Serikat.

Pada grafik diatas terlihat hubungan antara pertumbuhan hutang Amerika terhadap pergerakan emas. Sejak tahun 2000, terlihat bahwa pertumbuhan hutang Amerika begerak searah dengan kenaikan harga emas. Kondisi seperti ini sangat cocok dengan sejarah pergerakan emas yang terpantau sejak tahun 2000. Emas telah mengalami kenaikan dari level serendah $252 hingga kelevel tertinggi tahun 2011 di $1921 per ouncenya.

Bank sentral Amerika Serikat The FED melalui Gubernur Ben Bernake yang menggunakan QE (Quantitative Easing) mencetak lebih banyak lagi Dollar yang digunakan untuk belanja modal dalam hal mndongkrak perekonomian Amerika telah menyebabkan penggelembungan hutang yang luar biasa. Pada setiap tindakan QE yang telah dilaksanakan maka hutang baru akan terbentuk. Hutang yang terbentuk dari QE tersebut adalah:

* QE1 (Nov 2008 - Maret 2010) : $1,65 Trillion

* QE2 (Nov 2010 - Juni 2011) : $600 Billion

* QE3 (Sept 2012 - Belum Dibatasi) : $40 Billion per bulan

Pada periode Januari 2012 hingga November 2012 ini, hutang Amerika Serikat meningkat 7.2% dan masih akan terus meningkat seiring belum adanya kejelasan tentang kapan berakhirnya program QE3 tersebut. Dengan kondisi tersebut maka Amerika akan terus mencetak uang sebanyak $40 Billion per bulan untuk mengejar pertumbuhan.

 

Pengaruh Hutang Amerika Terhadap Emas

Sudah menjadi hukum bahwa seseorang tidak dapat terus menerus meminjam dan berhutang. Walaupun dunia ekonomi bisa menjadi sangat pelik untuk dibahas tetapi pada dasarnya ketika seseorang berhutang maka menjadi kewajibannya lah untuk melunasi hutang-hutangnya. Apabila pemerintah suatu negara memiliki hutang maka kewajiban pemerintahlah untuk melunasi hutangnya. Kegagalan dalam melunasi hutang-hutang negara akan mengakibatkan negara terssebut bangkrut. Makin besar hutang suatu negara maka makin menurun pula reputasi negara tersebut. Investor akan cenderung menghindari pembelian surat hutang negara (obligasi) yang memiliki hutang yang besar. Apabila terjadi krisis ekonomi dan pemerintah mencetak lebih banyak uang lagi akan mengakibatkan mata uang negara tersebut menurun nilainya. Para investor akan menghindari pembelian obligasi tersebut karena pada prinsipnya tidak berbeda sama sekali antara kegagalan bayar dengan dibayar dengan sesuatu yang tidak bernilai.

 

Dengan keadaan ekonomi yang serba tidak pasti tersebut dan keadaan negara adidaya dunia yang suram maka para investor dapat mempertimbangkan untuk investasi di komoditas emas. Faktor-faktor yang mendukung emas dijadikan sebagai alternatif investasi diluar mata uang antara lain:

1. Permintaan emas yang tinggi dari sisi kecantikan, perhiasan.

2. Penggunaan emas dalam industri elektrinik.

3. Emas merupakan sarana investasi anti inflasi sehingga dapat dijadikan sebagai sarana hedging terhadap aset tertentu.

Faktor-faktor diatas nampaknya menjadi pemicu naiknya permintaan emas terlebih lagi pada saat ekonomi dunia mendapatkan guncangan seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Ketika mata uang yang dicetak oleh bank-bank sentral negara bersangkutan menjadi kurang bernilai maka emas akan tetap emas dengan nilai yang tidak berkurang.

 

Kegagalan Amerika Serikat Dalam Pelunasan Hutang

Fokus kami balikkan kembali ke sisi Amerika dalam hal pelunasan hutang. Apabila suatu saat dimana hutang yang sedemikian besarnya tidak mampu dilunasi oleh pemerintahan Amerika dan terjadinya kebangkrutan Amerika maka sistem keuangan baru yang berlandaskan emas akan digunakan. Grafik dibawah ini akan menunjukkan bagaimana keadaannya apabila sistem keuangan Amerika kembali berlandaskan emas;

 

Pada grafik diatas terpantau hubungan antara hutang Amerika dengan cadangan emas yang cadangkan Amerika Serikat. Garis merah menunjukkan cadangan emas Amerika yang tersedia (dalam Metric Ton), sementara garis kuning mengindikasikan kandungan hutang Amerika dalam 1 ounce emas. Terlihat bahwa kandungan hutang per ounce emas Amerika meningkat drastis, meroket sejak tahun 2000 dan terus naik lagi sejak tahun 2008. Sampai tahun 2012, tercatat bahwa dari setiap ounce emas yang dimiliki Amerika terkandung hutang sebesar $61,796.11.

 

Ketika standar keuangan baru yang berlandaskan emas diperkenalkan kembali (balik lagi menggunakan sistem Bretton Woods), diamana kemampuan pelunasan hutang dengan emas Amerika berada di 10.9% maka (dengan asumsi yang sama ketika tahun 1944) harga emas dapat mencapai $6,179.61 (10% dari total hutang Amerika Serikat sampai saat ini).

Sistem Bretton Woods

Sistem Bretton Woods (1944-1976) (bahasa Inggris: Bretton Woods System) adalah sebuah sistem perekonomian dunia yang dihasilkan dari konferensi yang diselenggarakan di Bretton Woods, New Hampshire pada tahun 1944. Konferensi ini merupakan produk kerjasama antara Amerika Serikat dan Inggris yang memiliki beberapa fitur kunci yang melahirkan tiga institusi keuangan dunia yaitu Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia. Sistem Bretton Woods dibentuk dalam rangka menyelesaikan pertarungan yang terjadi antara otonomi yang dimiliki oleh domestik dan stabilitas internasional, namun dasar yang terdapat dalam sistem-otonomi kebijakan nasional, nilai tukar tetap, dan kemampuan untuk mengubah mata uang-satu sama lain saling bertolak belakang.

 

Sejarah

Pada akhir abad ke-19, sistem perdagangan internasional didasari atas sistem perekonomian merkantilisme. Tujuan ekonomi kaum merkantilis adalah dengan memakmurkan negara dengan memasukkan sebanyak mungkin pendapatan ke dalam kas negara. Aktor utama dalam sistem perekonomian menurut kaum merkantilis adalah negara di mana merkantilisme sangat populer bagi pemerintah yang sedang melakukan pembinaan kekuatan negara, karena tujuannya yang lebih fokus pada pencapaian kepentingan nasional negara secara maksimal. Namun sistem perdagangan ini hancur seiring dengan pecahnya Perang Dunia I yang berdampak negara-negara menjadi proteksionis terhadap komoditas atau barang-barang dari luar serta tidak stabilnya sistem mata uang selama perang terjadi.  Dilatarbelakangi oleh semangat liberalisme, ide tersebut didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris, yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi ekonomi yang berdasarkan atas kondisi akses yang sama terhadap pasar. Dan semangat liberalisme tersebut mendorong diselenggarakannya konferensi di Bretton Woods pada tahun 1944.

 

Tujuan Konfrensi Bretton Woods

Terdapat dua tujuan utama konferensi Bretton Woods, yaitu:

  1. mendorong pengurangan tarif dan hambatan lain dalam perdagangan internasional dan
  2. menciptakan kerangka ekonomi global untuk meminimalisir konflik ekonomi yang terjadi di antara negara-negara, yang salah satu bagiannya adalah mencegah terjadinya Perang Dunia II.

 

Institusi Keuangan Dunia yang Lahir dari Konfrensi Bretton Woods

 

Dana Moneter Internasional

Dana Moneter Internasional (bahasa inggris: International Monetary Fund) didirikan pada tahun 1945, dengan ditandatanganinya pasal-pasal di dalam perjanjian yang merupakan hasil dari Konferensi Bretton Woods tahun 1944 oleh 29 negara, dan mulai beroperasi pada tahun 1947 Mandat yang diberikan kepada institusi ini sesuai dengan yang tertera di dalam Pasal 1 dari Pasal Asli Perjanjian adalah:

  • pertama, meningkatkan kerjasama moneter internasional menuju institusi yang permanen yang menyediakan jasa pelayanan konsultasi dan kolaborasi bagi masalah moneter internasional;
  • kedua, memfasilitasi upaya perluasan dan pertumbuhan yang seimbang dari perdagangan internasional dan mendorong peningkatan derajat buruh dan pemasukan sektor riil dan mendorong sumber daya yang produktif sebagai objek utama bagi kebijakan ekonomi setiap anggota;
  • ketiga, meningkatkan stabilitas nilai tukar dengan tujuan mengatur nilai tukar di antara para anggota, serta mencegah terjadinya persaingan untuk melakukan depresiasi terhadap nilai tukar;
  • keempat, membantu pembentukan sistem pembayaran yang bersifat multilateral yang bertujuan untuk memudahkan transaksi antar negara anggota serta menghapus hambatan pertukaran asing yang akan mencegah pertumbuhan terhadap perdagangan dunia;
  • kelima, mereka kesempatan untuk memperbaiki persoalan dalam neraca pembayaran tanpa menggunakan langkah-langkah yang memperburuk kesejahteraan nasional maupun internasional.
  • keenam, berdasarkan hal-hal tersebut di atas, IMF bertujuan untuk mempercepat penyelesaian krisis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan neraca pembayaran negara-negara anggota.

Bank Dunia

Bank Dunia (bahasa inggris: World Bank) merupakan institusi keuangan yang semula bernama International Bank fo Reconstruction and Development yang didirikan bersama-sama dengan institusi Dana Moneter Internasional pada Konferensi Bretton Woods tahun 1944. Adapun tujuan dari dibentuknya Bank Dunia adalah :

  • Pertama, membantu negara-negara anggota dalam hal pembangunan dan rekonstruksi.
  • Kedua, meningkatkan investasi swasta asing dalam lingkup peningkatan garansi atau partisipasi dalam peminjaman dan investasi jenis lain yang dibuat oleh investor swasta
  • Ketiga, menyediakan (di bawah keadaan tertentu) keuangan yang diperuntukkan bagi tujuan produktif;
  • Keempat, meningkatkan keseimbangan pertumbuhan jangka panjang dalam perdagangan internasional dan menjaga keseimbangan neraca pembayaran;
  • Kelima, mengatur kebijakan dasar dalam rangka memberikan prioritas kepada proyek yang memiliki lebih banyak nilai manfaat dan nilai kepentingan;
  • Keenam, membangun operasi yang bertujuan untuk efek investasi internasional dalam hal kondisi bisnis di negara-negara anggota.

 

Perjanjian Umum mengenai Tarif dan Perdagangan

Perjanjian Umum mengenai Tarif dan Perdagangan (bahasa inggris: General Agreement on Tariffs and Trade) adalah sebuah institusi yang dihasilkan melalui Konferensi Bretton Woods namun tidak pernah memasuki masa pemberlakuan (bahasa inggris: enter into force) dan beroperasi di bawah naungan Protokol mengenai Provisi Aplikasi yang ditandatangani oleh 23 negara pada tahun 1947 Namun, institusi ini berubah nama menjadi Organisasi Perdagangan Dunia (bahasa inggris: World Trade Organization) yang merupakan institusi resmi yang didirikan pada 1 januari 1995 melalui Putaran Uruguay ((bahasa inggris:Uruguay Round) setelah melalui serangkaian negosiasi panjang selama kurang lebih 7 tahun  Tujuan dari didirkannya institusi ini adalah untuk membuat prinsip-prinsip umum dan aturan-aturan dalam rangka meliberalisasi perdagangan internasional melalui perjanjian multilateral dengan mereduksi hambatan-hambatan yang dibuat oleh masing-masing negara yang berkaitan dengan perdagangan dan mengeliminasi segala bentuk diskriminasi di antara negara-negara anggota  Berbeda dengan institusi lainnya yang dihasilkan memalui Konferensi Bretton Woods, institusi ini memiliki 3 prinsip utama, yaitu:

  • Non-diskriminasi, di mana pembatasan perdagangan tidak boleh dilakukan dengan mengistimewakan satu rekanan dan mengabaikan rekanan yang lain.
  • Penghapusan hambatan perdagangan, jika suatu industri memerlukan proteksi maka tidak boleh dengan menggunakan hambatan kuantitaif, seperti kuota dan hambatan-hambatan non-tarif lainnya.
  • Konsultasi di kalangan negara-negara anggota untuk menyelesaikan pertikaian yang mungkin timbul.

 

Diluar dari tujuan mulia yang terkandung dalam hasil konfrensi Bretton Woods tersebut, Amerika Serika melalui perjanjian tersebut telah berhasil memperkenalkan penggunaan mata uang Dollar Amerika ($ US) di dalam segala transaksaksi keuangan maupun perdagangan dunia. Amerika Serikat berubah menjadi suatu negara adidaya dunia yang menguasai perdagangan, keuangan, dan segala lini kehidupan di dunia ini.

Pada perjanjian tersebut, Amerika mereferensikan mata uang Dollar nya terhadap emas yang berarti bahwa Dollar yang dicetak oleh Aimerika dan yang dimiliki oleh individu maupun institusi keuangan dapat digantikan dengan sejumlah emas yang pada saat itu berada di kisaran $35 untuk digantikan dengan 1 troy ounce emas. Dengan adanya referensi mata uang negara Amerika Serikat terhadap emas telah menimbulkan euforia dan juga kepercayaan negara-negara didunia ini untuk menggunakan Dollar Amerika dalam transaksi perdagangan maupun mencadangkan devisa mereka dalam bentuk Dollar Amerika.

VIF Events and Promo

Bappebti Adakan Pelatihan Teknis Penyediaan dan Pe…

Kamis, 20 April 2017 lalu, Bappebti menyelenggarakan Pelatihan Teknis Penyediaan dan Pengembangan In...

PalComTech JobFair 2017

PT. VIF Cabang Palembang akan berpartisipasi dalam even Seminar Karir dan Bursa Kerja PalComTech 201...

Gathering Nasabah VIF cabang Mataram

PT. Victory International Futures cabang Mataram pada tanggal 17 Februari 2017 mengadakan Gathering ...

Kompetisi Demo Trading Multilateral ICDX

Pada tanggal 23–24 November 2016 yang lalu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI)...

Job Fair UNTAG 2016

PT. VIF Cabang Semarang turut serta dalam Job Fair yang diadakan oleh UNTAG Semarang pada tanggal 11...