< img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=485664114973494&ev=PageView&noscript=1" />
Waspada penipuan, hati-hati dengan website/pihak lain yang mengatasnamakan PT. Victory International Futures
Latest News

NEWS & ANALYSIS / Market News

Berikut adalah beberapa data dan even perekonomian yang dijadwalkan rilis hari Kamis, 26 Nov 2015.

Data dan even bercetak tebal menandakan data dan even penting yang berpeluang menggerakkan market secara signifikan.

Read more...

Poundsterling bereaksi terhadap data Penjualan Retail Inggris. GBPUSD diperdagangkan 1.5234 setelah rilis data tersebut.

Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan bahwa Penjualan Ritel Inggris turun 0,6% bulan lalu, lebih buruk dari perkiraan untuk penurunan 0,4%.

Indeks Dollar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap rival mata uang utama lainnya diperdagangkan turun 0,26% ke level 99,41 setelah sempat mencapai level tertinggi di 99,96. Penurunan Dollar AS diakibatkan oleh aksi ambil untung Investor karena Indeks Dollar AS sempat menyentuh level tertinggi selama tujuh bulan.

Pada Pertemuan Petinggi Bank Sentral Amerika (The FED), diisyaratkan bahwa sebagian besar pejabat The FED percaya bahwa kondisi menaikkan suku bunga bisa dipenuhi pada pertemuan The FED bulan Desember 2015.

The FED mempertahankan suku bunga acuannya pada bulan Oktober 2015. Tetapi, sinyal kuat untuk kenaikan suku bunga akan dilakukan pada bulan Desember 2015 dan mengabaikan dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global pada AS.

Jelang data Inflasi Inggris, Poundsterling melemah terhadap Dollar AS. GBPUSD diperdagangkan turun 0,29% ke level 1.5153.

Data CPI Inggris diprediksikan turun 0,1%. Data CPI sebelumnya juga turun 0,1%.

Poundsterling menguat terhadap Dollar AS dengan GBPUSD diperdagangkan pada level 1.5165. GBPUSD naik 0,45% mencapai level tertinggi sementara di 1.5184.

Hari ini, Inggris akan merilis data Klaim Pengangguran yang diprediksikan akan menurun. Para analis memprediksi bahwa klaim pengangguran Inggris turun 1.600.000 orang. Sementara data bulan lalu adalah 4.600.000 orang yang mengajukan klaim pengangguran.

Indeks Rata-rata Keuntungan di Inggris diprediksikan naik dari 3% menjadi 3,2%.

Dari dua indikasi fundamental ekonomi Inggris tersebut, Poundsterling diprediksikan akan menguat hingga rilis data ekonomi tersebut.

Harga minyak di Bursa NYMEX yang lebih dikenal dengan minyak West Texas Intermediete (WTI) melemah setelah mencapai level tertinggi di $ 107 per barel pada Juni 2014. Hingga saat ini, harga minyak telah melemah mencapai level $ 34 per barel pada bulan Desember 2015. Turun hingga 68%.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Ada beberapa hal yang mempengaruhi harga minyak turun secara drastis :

1.      Kelebihan pasokan minyak global akibat dari revolusi energi di Amerika Serikat (AS). AS menemukan Minyak Serpih (Shale Oil). Dengan ditemukannya Minyak Serpih ini, maka konsumsi minyak mentah dari fosil menjadi kurang diminati, sehingga pasokan minyak mentah melimpah. Minyak Serpih adalah batuan sedimen yang mengandung material organik. Dengan bantuan teknologi terkini, serpihan minyak tersebut diekstrak setelah air, pasir dan zat-zat kimia dipompa ke bawah tanah pada tekanan tinggi agar batuan sedimen menjadi terpecah. Analisa terakhir, Minyak Serpih AS bisa menyediakan energi di AS hingga tahun 2020.

2.      Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Mentah (OPEC) tetap mempertahankan volume produksinya demi menekan Para Pelaku Pasar.

3.      Perlambatan laju ekonomi Tiongkok yang menyebabkan melemahnya permintaan minyak dari negara tersebut. Sebelum Tiongkok mengalami perlambatan ekonomi, permintaan minyak meningkat pesat.

Dari beberapa faktor-faktor tersebut, kita bisa mengetahui dan tarik kesimpulan bahwa AS dan Tiongkok merupakan negara konsumen minyak mentah terbesar pertama dan kedua dunia. Bisa dibayangkan bahwa jika kedua negara tersebut sedikit sekali mengkonsumsi minyak mentah, akibatnya pasokan minyak global melimpah dan harga bisa turun tajam.

Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan dengan penurunan harga minyak ini ?

Jelas untuk mengkaji siapa yang untung dan siapa yang rugi untuk penurunan harga minyak ini perlu kajian yang lebih dalam lagi. Tapi, secara umum kita memandang bahwa pihak yang diuntungkan adalah Negara Importir minyak karena ada potensi keringanan pembiayaan. Sedangkan yang dirugikan adalah Negara Eksportir minyak karena mungkin saja negara tersebut ada guncangan ekonomi diakibatkan defisit anggaran dalam penjualan minyak.

Kita ambil contoh AS yang notabene adalah negara dengan konsumsi minyak terbesar dunia saat ini. Meskipun mampu memproduksi minyak sendiri, namun AS masih belum mampu menutupi total kebutuhannya yang mencapai 18,9 juta barel per hari (menurut data Departemen Energi AS). Dengan statusnya sebagai Importir minyak nomer wahid dunia, maka tidak diragukan lagi bahwa anggaran pemerintah AS untuk impor minyak jadi lebih hemat. Kondisi ini bisa digunakan oleh AS untuk mengalokasikan keuntungannya untuk memacu kegiatan pertumbuhan ekonominya yang sedang melambat.

Terlepas dari semua hal tersebut di atas, dampak penurunan harga minyak berarti merupakan penguatan bagi mata uang Dolar AS dan sudah merupakan hukum alam. Fakta ini yang membuat kita tahu bahwa siapa yang paling diuntungkan ketika harga minyak sedang merosot.

Keuntungan yang diperoleh AS sebagai Importir minyak yang menguntungkan tidak semuanya bisa mengalami. Contohnya saja Jepang. Jepang merupakan salah satu negara Importir minyak namun tidak merasakan keuntungan dari merosotnya harga minyak. Jepang dihadapkan oleh persoalan nilai tukar mata uangnya yang selalu dipatok ke level rendah untuk memacu geliat ekonominya. Sehingga, meskipun harga minyak merosot, Jepang tetap harus membayar lebih sebagai dampak dari penguatan mata uang Dolar AS.

Nah, siapa saja yang dirugikan dengan merosotnya harga minyak ? Tentu saja negara-negara Eksportir minyak, seperti Arab Saudi, Irak, Iran, Venezuela dan negara-negara eksportir lainnya. Mereka dihadapkan pada defisit anggaran hingga berkurangnya pendapatan. Mereka juga harus menghadapi perang terhadap nilai tukar mata uangnya, kecuali Arab Saudi yang menggunakan nilai tukar tetap.

Bagaimana peluang Investor untuk bertransaksi Minyak melaui PT. Victory International Futures (VIF)? Transaksi dilakukan secara Over The Counter (OTC) mengikuti Bursa di AS, yaitu New York Mercantile Exchange (NYMEX).

Ilustrasi Perdagangan Minyak melalui PT. Victory International Futures (VIF) :

-          Margin                  :  $ 2,500 / lot

-          Contract Size      : 1,000 barel

Misalkan harga Minyak sekarang adalah $ 50 per barel. Dibutuhkan dana sebesar $ 50,000 untuk Buy 1 lot di harga $50 untuk ketahanan dana jika harga minyak turun sampai $ 0 (tapi tidak mungkin).

Coba kita lihat gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Grafik OIL

 

Jika melihat dari Gambar 1 bahwa harga Minyak diprediksikan naik ke level Fibonaci Retracement 50% di area $ 75 per barel, maka keuntungan yang didapat oleh Nasabah adalah :

            Profit   = (Harga Jual – harga Beli) x Contract Size x lot

                        = ( $ 75 - $ 50 ) x 1,000 barel x 1 lot

                        = $ 25,000

Jadi jangan buang kesempatan ini untuk beli kontrak Minyak di harga rendah sekarang ini dengan modal yang relatif bisa diperhitungkan dan keuntungan yang tidak terbatas dengan harga minyak yang diprediksikan akan terus naik.

 

 

VIF Events and Promo

Penandatanganan MoU PT. Victory International Futu…

Penandatanganan MoU PT. Victory International Futures Cab. Yogyakarta dengan Universitas PGRI Yogyak...

Penandatanganan MoU PT. Victory International Futu…

Penandatanganan MoU PT. Victory International Futures Cab. Yogyakarta dengan Fakultas Ekonomi dan Bi...

Job Fair

PT.Victory International Futures Cab. Yogyakarta membuka kesempatan kepada anda untuk bergabung deng...